Friday, February 10, 2012

mancing sepat

mancing-sepat
Sepat adalah ikan yang hidupnya bergerombol, tempat yang ideal untuk mancing sepat adalah yang kondisi airnya tenang dan tentunya tidak berarus. Makanya danau, waduk, rawa, kolam bekas galian pasir adalah tempat yang paling ideal untuk berburu sepat. Namun bukan berarti di tempat yang berarus sepat tidak bisa dipancing, tentunya akan lebih sulit memancing sepat di tempat yang berarus (hal ini bisa dijadikan tantangan).
Keuntungan dalam memancing sepat adalah sifat dari ikan ini yang secara periodic 
 
Mengambil oksigen langsung dari udara. Kebiasaan sepat yang satu ini memudahkan kita mencari tempat dimana sepat bergerombol. Ciri-ciri tempat dimana sepat bergerombol adalah spot dimana sepat tidak henti-hentinya mengambil udara sepintas akan terlihat seperti “boiling”.
Biasanya sepat berkumpul di dekat tanaman air seperti kangkung, eceng gondok dan sejenisnya. Karena selain tempat makan, tanaman tersebut juga dijadikan tempat untuk menyimpan telur mereka saat berkembang biak.
Sesampainya di lokasi mancing, luangkan waktu berkeliling mencari tempat dimana sepatnya keliatan banyak. Jangan terburu-buru , santai saja menikmati pemandangan sekitar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari  memancing sepat. So santai saja dan nikmati setiap tahapnya…
Joran
Pada dasarnya setiap jenis joran bisa digunakan untuk memancing sepat, namun demikian untuk merasakan sensasi strike sepat tentunya kita harus menyesuaikan dengan ukuran sepat yang akan kita pancing. Berhubung monster sepat hanya berukuran maksimal 3 jari, rasanya sangat pas kalau kita menggunakan joran dengan kelas super light tackle.
Joran yang direkomendasikan adalah  tegek mini (mini pole rod) untuk berburu sepat. Joran ini bisa kita temukan di setiap toko pancing, harganya pun cukup murah dan terjangkau. Selain simple karena bisa dilipat tegek juga mempunyai kelebihan lain yaitu kita tidak membutuhkan kelosan/gulungan atau ril penggulung, cukup ikat benang diujung tegek sepanjang tegek tersebut dan langsung bisa digunakan.
Karena sepat biasa berkumpul di pinggir kita tidak membutuhkan tegek yang terlalu panjang. Ukuran dua meter dirasakan sangat tepat untuk berburu sepat. Makin kecil diameter tegek yang digunakan maka sensasi tarikan sepat akan lebih terasa. Usahakan joran atau tegek yang digunakan tidak terlalu lentur karena semakin lentur akan semakin sulit bagi kita untuk mengkonversi strike menjadi hook-up.
Jika anda memang suka dengan tantangan lebih, bisa juga kita menggunakan joran super lentur buatan kita sendiri dari bahan fiberglass. Biasanya di toko-toko pancing kita bisa menemukan fiber yang sudah sangat lentur untuk bahan pembuatan joran sepat ini. Apabila anda merasa blank fiber yang anda beli kurang lentur anda bisa mengamplasnya sehingga mencapai kelenturan yang diinginkan.
Line
Semaki kecil diameter benang (line) yang kita gunakan semakin baik hasil yang akan kita capai. Karena menggunakan benang diameter besar akan membuat sepat takut dan ragu-ragu untuk menyambar umpan. Apalagi berat seekor sepat rata-rata tidak lebih dari 20gr, tentunya kita tidak membutuhkan benang dengan kekuatan besar . Benang dengan kekuatan 1 pounds (lbs) atau sama dengan 0.5kg lebih dari cukup untuk berburu sepat.
Namun demikian usahakan mencari benang yang memiliki diameter kecil dengan “bondage” yang besar, bisa jadi sat kita mancing sepat ikan lain dengan ukuran lebih besar menyambar umpan kita. Tentunya kesempatan ini tidak ingin kita sia-sia kan bukan? Anggap saja sebagai bonus. Intinya sedia paying sebelum hujan.
Apabila di spot tempat anda mancing sepat terdapat ikan jenis lain yang berukuran lebih besar dari sepat gunakanlah benang dengan diameter maksimal 0.13 mm yang biasanya memiliki kekuatan sampai dengan 3 pounds (1.5kg). Ukuran 0.13 mm dirasakan belum menakuti sepat sehingga sepat masih mau makan umpan kita.  
Kail
Karena mulut sepat terkenal sangat kecil jelas kita membutuhkan mata kail yang super kecil pula. Bagi daerah yang terbiasa dengan ngabenteur atau waderan (jawa) rasanya tidak akan sulit untuk mencari mata kali yang super mini ini. Namun jangan lupa kalau benteur/wader masih bisa dipancing dengan mata kail sampai dengan ukuran 1 kecil, maka sepat maksimal ukuran kailnya adalah 0.5 kecil. Syukur-syukur kalau anda bisa mendapatkan ukuran 0.1. Sayang tidak semua merk mengeluarkan ukuran ini, kalaupun ada khususnya mata kail impor, para importer jarang yang mau datangkan karena memang jarang sekali pembelinya.
Kelemahan kail ukuran 0.1 adalah sering sekali tertelan sampai tenggorokan sepat, sehingga kita akan sedikit kesulitan mengeluarkan kail dari mulut ikan. Ukuran rekomended untuk mancing sepat adalah 0.3 kecil atau 0.5, memang tingkat keberhasilan hook up tidak setinggi ketika kita menggunakan ukuran 0.1 namun ketika hook up kita juga tidak akan dibuat repot.
Pelampung
Pelampung berbentuk jarum adalah pelampung yang tepat untuk mancing sepat, bentuknya yang lonjong membuat pelampung ini sangat sensitif saat umpan ikan menyambar umpan. Gunakanlah pelampung jarum dengan panjang maksimal 5cm . Pengunaan pelampung lain sebenarnya bisa saja, selama tidak terlalu besar dan mampu menahan beban timah kail dan umpan. Namun pelampung jarum terbukti yang terbaik.
Timah Daun
Gunakanlah timah lembaran atau biasa disebut dengan timah daun, gunakan timah daun secukupnya agar bisa menenggelamkan setengah badan dari pelampung. Posisi pelampung seperti ini sangat memudahkan kita mengetahui saat yang tepat untuk menggentak joran saat strike terjadi.
Rigging
Susunlah riging sederhana dengan susunan sebagai berikut : Pelampung jarum – timah secukupnya – mata kail. Karena sepat adalah ikan permukaan (jarang sekali mau makan di dasar) maka biarkan mata kail yang sudah terisi umpan mengambang di tengah-tengah air. Jarak yang ideal adalah 20 cm antara pelampung dan timah, sementara dari posisi timah pemberat ke mata kail cukup 5 cm saja.
Umpan
Banyak sekali jenis umpan yang bisa digunakan untuk memancing sepat, mulai dari umpan universal atau cacing, ramuan pelet juga bisa dipakai untuk memancing sepat. Namun berdasarkan pengalaman umpan untuk sepat yang paling efektif adalah kroto atau daging udang tawar.
Kedua umpan ini juga sangat mudah didapatkan, hampir di setiap toko pancing atau toko yang menjual keperluan makanan burung, kroto selalu menjadi menu utama penjualan. Hal ini disebabkan kroto juga popular sebagai tambahan racikan umpan ikan mas. Sementara apabila anda ingin menggunakan udang cari saja di took-toko ikan mas.
Cukup dengan mencantolkan telur kroto yang masih berbentuk lonjong (belum terbentuk menjadi semut utuh) pada mata kail dan lemparkan pada spot yang diinginkan. Sementara untuk pemakaian udang, anda harus mengambil daging udang sekecil mungkin disesuaikan dengan ukuran mata kail. Lemparkan dan tunggu sepat menyambar.
Start Fishing
Setelah semua peralatan dan umpan kita siapkan, perjalanan memancing sepat pun kita mulai. Seperti yang sudah disampaikan diawal, sesampainya di tempat jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk berjalan-jalan mencari tempat sepat bergerombol.
Setelah anda menemukan pusat keramaian sepat, jangan langsung melempar umpan. Perhatikan keadaan sekitar, periksalah tempat mancing anda dengan teliti terutama dari keberadaan binatang seperti ular, semut merah atau serangga yang bisa jadi mengganggu acara mancing anda. Tidak lucu kalau saat sepat sedang ramai-ramainya menyerang anda harus kehilangan momen tersebut hanya karena badan anda gatal-gatal akibat serangan semut merah atau serangga lainnya.
Jangan lupa siapkan bekal air minum atau makanan kecil sehingga acara mancing anda  benar-benar enjoy, membawa termos untuk menyeduh segelas kopi tentunya akan lebih menyenangkan apalagi ditambah dengan beberapa batang rokok. Hahaha…
Strike
Setelah anda lemparkan umpan ke hot spot, perhatikan pelampung dengan seksama. Bila sepat di spot tersebut memang banyak biasanya tidak perlu waktu lama untuk sepat menyambar umpan. Karena cara makan sepat tidak langsung menyambar dan menelan umpan seperti ikan-ikan lain, maka gerakan pelampung haruslah diikuti dengan seksama . Apabila gerakan pelampung masih turun naik seperti mesin jahit itu tandanya sepat masih mempermainkan umpan (menyedot dan langsung menyembur umpan berulang kali).
Momen yang paling pas adalah ketika pelampung yang sudah kita set tenggelam untuk setengahnya bergerak tenggelam full. Momen ini hanya beberapa saat saja kurang dari sekejap mata, untuk itu kita harus memiliki gerak reflex yang kuat. Gentaklah perlahan saja, apabila momen itu pas maka seekor sepat akan tergantung manis di joran kesayangan anda.
Bila anda terlambat sepersekian detik saja anda hanya akan mengangkat kail dengan umpan yang sudah rusak. Segera anda harus menggantinya, dim omen-momen inilah sensai mancing sepat akan sangat terasa.
Tidak sedikit para pemancing yang baru mencoba mancing sepat akan putus asa gara-gara selalu gagal mengkonversi strike menjadi hook up, saat itulah kadang-kadang sumpah serapah secara tidak sadar keluar dari mulut hahaha…. Apabila kita mancing bersama dengan teman-teman tentunya momen itu bisa jadi sangat lucu dan menggelikan, keceriaan akan timbul disana.
Dengan terus menambah jam terbang mancing sepat tentunya akan menambah pemahaman akan karakteristik memancing sepat, makanya jangan ragu untuk terus berlatih.
Get Smile
Kepuasaan saat memancing tidak selalu berdasarkan ukuran yang kita dapatkan. Namun kebahagiaan itu bisa kita dapatkan ketika kita benar-benar menikmati setiap tahap ketika memancing. Toh kita kan ingin mancing bukan pingin ikan hehehe…  Jadi  walaupun cuma sepat, TERSENYUMLAH. (sumber : sepat #BAT official e-mag)
Baca Selengkapnya → mancing sepat

Barracuda



Barakuda adalah ikan yang dikenal untuk ukuran besar dan penampilan menakutkan. Tubuhnya panjang, cukup dikompresi, dan ditutupi dengan kecil, halus skala . Beberapa spesies bisa mencapai hingga 1,8 panjang dan 30 cm lebar. Para barakuda adalah air garam ikan dari genus Sphyraena , hanya genus dalam keluarga Sphyraenidae , dan ditemukan di samudera tropis dan subtropis seluruh dunia.
  

Deskripsi Penampilan dan fisik


Barakuda adalah ikan memanjang, pike -seperti dalam penampilan, dengan menonjol tajam , taring -seperti gigi, mirip piranha, yang semuanya berbeda ukuran yang ditetapkan dalam soket rahang besar mereka. Mereka memiliki kepala besar dengan menunjuk gigitan bawah dalam banyak spesies. Insang mereka meliputi tidak memiliki duri dan ditutup dengan kecil sisik . Dua mereka sirip punggung secara luas dipisahkan dengan sirip anterior memiliki lima duri, sirip posterior memiliki satu tulang belakang dan sembilan sinar lembut. Sirip punggung posterior mirip dengan ukuran sirip anal dan terletak di atasnya. Para garis lateral menonjol dan memanjang lurus dari kepala hingga ekor. Sirip punggung spinosus ditempatkan di atas sirip pelvis dan biasanya ditarik kembali dalam alur. Para sirip ekor bercabang ini cukup dengan posteriornya bermata dua-melengkung dan ditetapkan pada akhir kokoh gagang bunga . Para sirip dada rendah ditempatkan di sisi. Mereka kandung kemih berenang adalah besar.
 
Dalam kebanyakan kasus, mereka adalah hijau tua, biru tua, atau abu-abu pada tubuh bagian atas mereka dengan sisi keperakan dan berkapur putih perut. Warna bervariasi antar spesies. Untuk beberapa spesies, ada bintik-bintik hitam yang tidak teratur atau deretan gelap lintas-bar di setiap sisi. Sirip mereka mungkin kekuningan atau kehitaman. Barakuda tinggal terutama di lautan, tetapi spesies tertentu seperti Barracuda Besar hidup di air payau.
 
Beberapa spesies tumbuh cukup besar, seperti barakuda Eropa, barracouta atau SPET (S. sphyraena), ditemukan di Laut Mediterania dan timur Atlantik , sedangkan barakuda Besar , picuda atau becuna (S. picuda), mulai di pantai Atlantik tropis Amerika dari North Carolina ke Brasil dan mencapai Bermuda . Lain barakuda spesies yang ditemukan di seluruh dunia. Contohnya adalah California Barracuda (S. argentea), membentang dari Puget Sound selatan ke Cabo San Lucas , barakuda India (S. jello) dan hitam-bersirip atau commerson yang barakuda (S. commersoni), dari lautan India dan Semenanjung Melayu dan Nusantara .

Perilaku


Barakuda yang rakus, oportunistik predator mengandalkan kejutan dan ledakan singkat kecepatan (sampai 27 mil per jam (43 km / h)) untuk menyalip mangsanya.
Dewasa dari spesies yang paling lebih atau kurang soliter, sementara ikan muda dan setengah dewasa sering berkumpul. Barracuda memangsa terutama pada ikan (yang mungkin mencakup beberapa sebagai besar seperti diri sendiri). Mereka membunuh dan mengkonsumsi mangsa yang lebih besar dengan merobek potongan daging.
  
Barracudas dan manusia

 
Seperti hiu , beberapa jenis barakuda yang dikenal berbahaya bagi perenang. Barakuda adalah pemulung, dan mungkin kesalahan snorkelers bagi predator besar, mengikuti mereka dengan harapan makan sisa-sisa mangsa mereka. Perenang telah dilaporkan digigit barakuda, tapi insiden tersebut jarang terjadi dan mungkin disebabkan oleh visibilitas miskin. Barracuda umumnya menghindari dangkal berlumpur, sehingga serangan di surfing lebih mungkin oleh hiu kecil. Barakuda mungkin kesalahan dan hal-hal yang kilatan bersinar untuk mangsanya. Telah ada insiden dilaporkan dari barakuda melompat keluar dari air dan melukai seorang kayaker tapi percaya ikan itu houndfish seorang.



Handfeeding atau menyentuh barakuda besar di umum harus dihindari. Spearfishing sekitar barakuda juga bisa berbahaya, karena mereka cukup mampu merobek sepotong dari sebuah meronta-ronta ikan terluka di tombak.
 
Cincin berlian dan benda-benda mengkilap lainnya telah dikenal untuk menarik perhatian mereka dan menyerupai mangsa mereka. Perhatian harus diambil ketika berenang di dekat hutan bakau pantai dengan menutup atau menghapus item tersebut.
  
Sebagai makanan

Barakuda populer baik sebagai makanan dan ikan permainan. Mereka paling sering dimakan sebagai fillet atau steak. Spesies yang lebih besar, seperti Barracuda Besar , telah terlibat dalam kasus-kasus Ciguatera keracunan makanan.

Baca Selengkapnya → Barracuda

Cakalang




Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Ikan berukuran terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.



Tubuh berbentuk memanjang dan agak bulat, dengan dua sirip punggung yang terpisah. Sirip punggung pertama terdiri dari 14-16 jari-jari tajam. Sirip punggung kedua yang terdiri dari 14-15 jari-jari lunak. Sirip dubur berjumlah 14-15 jari-jari. Bagian punggung berwarna biru keungu-unguan hingga gelap. Bagian perut dan bagian bawah berwarna keperakan, dengan 4 hingga 6 garis-garis berwarna hitam yang memanjang di samping badan. Badan tidak memiliki sisik kecuali pada bagian barut badan (corselet) dan garis lateral.

Penyebaran



Cakalang dikenal sebagai perenang cepat di laut zona pelagik. Ikan ini umum dijumpai di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik. Cakalang tidak ditemukan di utara Laut Tengah. Hidup bergerombol dalam kawanan berjumlah besar (hingga 50 ribu ekor ikan). Makanan mereka berupa ikan, crustacea, cephalopoda, dan moluska. Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu.

Pemanfaatan


Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo. Ikan cakalang diproses untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi (kaldu ikan) untuk masakan Jepang. Dalam makanan Manado, cakalang diawetkan dalam bentuk cakalang fufu (cakalang asap).

Baca Selengkapnya → Cakalang

Mancing Sembilang

Mancing Sembilang
Ikan sembilang adalah ikan yang sering berdomisili di pinggir laut atau di muara sungai. Ikan ini hidup secara bergerombol dengan sekumpulannya. Sifat dari sembilang adalah sangat rakus sekali memakan semua apa yang bisa dimakannya. Tak heran jika untuk memancing ikan ini sangat mudah dibanding dengan memancing ikan jenis lain yang ada di pinggir laut.
Mancing sembilang kalau lagi musimnya gampang, biasanya kalau habis hujan dan air agak keruh bisa panen banyak. Untuk cara mancingnya bisa pakai dasaran timah di bawah rangkaian 2 sampai 3 kail/kumis. Umpang bisa udang kupas atau yangg lebih sip pakai udang hidup. Saya biasa mancing di bagan pinggir, kondisi pasang mau surut, dan pagi hari paling tepat untuk memancing.
Bisa juga mancing mania memancing sembilang dengan menggunakan umpan kepiting soka dengan cara langsung ditempelin ke hook. Jangan khawatir karena kepiting soka ini cangkangnya lunak. Tapi untuk mendapatkan kepiting soka agak susah karena harganya yang sedikit agak mahal. Ikan sembilang juga suka makan umpan berupa kerang putih dan cacing klelet.
Untuk mancing ikan sembilang mancing mania tidak perlu melempar umpan terlalu jauh, karena ikan ini biasanya bersembunyi di bebatuan, rumpon, tiang-tiang jembatan atau lainnya yang bersifat menahan arus. Mancing mania cukup menggunakan pemberat yang kecil dan melemparkannya ke pinggir dengan kedalaman sekitar 25-75 cm.
Saat menggunakan udang kupas ada kelemahannya yaitu setelah umpan dilempar maka sebelum ikan sembilang memakan umpan biasanya umpan udang kupas akan dimakan oleh ikan-ikan kecil. Disarankan bagi mancing mania untuk memancing dengan umpan udang lebih baik menggunakan udang hidup daripada menggunakan udang kupas.
Kalau mancing ikan sembilang sebelumnya lebih baik mancing mania bertanya-tanya dulu sama mancing mania yang sering mancing ikan sembilang di tempat itu dimana letak ikan sembilang sering didapatkan. Soalnya ikan sembilang itu seperti manusia yang mempunyai rumah tempat tinggal. Tapi rumah tinggal ikan sembilang itu didalam lumpur. Kalau sudah mengetahui letak-letak rumah ikan sembilang langsung dipancingi saja tempat itu. Hasilnya akan beda jika mancing mania memancing tanpa mengetahui letak rumah-rumah ikan sembilang.
(maslakon.blogspot.com)
Baca Selengkapnya → Mancing Sembilang

Billfish, Si Primadona Mancing

Billfish, Si Primadona Mancing
Memancing di laut memang memiliki tantangan dan kenikmatan tersendiri bagi para pemancing, khususnya saat strike billfish (jenis ikan berparuh). Sekarang ini sudah sering diadakan turnamen laut yang salah satu kategori juaranya adalah ‘Juara Billfish’.
Jenis ikan yang di anggap paling kuat dalam olahraga mancing adalah jenis ikan berparuh. Kebanyakan dari jenis ini akan mempertontonkan atraksi yang cukup lengkap. Menyelam, melompat, menari dipermukaan, menggeleng dengan liar, dsb.
Beberapa pemancing pernah berucap: ”Jangan pernah mengaku sebagai pemancing, sebelum menaklukan salah satu dari jenis ikan berparuh ini”. Selain perlawanan yang gigih, jenis ini juga dikenal dengan ukurannya yang besar. Beberapa diantaranya bisa mencapai lebih dari 500 Kg.
Memancing dengan tim yang solid (Kapten, kru kapal dan pemancing) sangat dianjurkan untuk memenangkan pertarungan dengan jenis ini. Bersiap akan sambarannya dan berilah Label (Tag) sebelum melepaskannya, jika anda memenangkan pertarungan tersebut.
Berikut ini nama-nama ikan jenis Billfish, antara lain:
1. Ikan Pedang
  • Nama Lain : Broadbill Swordfish, Broadie, Pez Espada
  • Jenis : Broadbill Swordfish, Broadie, Pez Espada
  • Ukuran : Biasanya mulai dari 50 Kg s/d diatas 500 Kg.
  • Rekor Dunia : 1,182 pounds
  • Karakter : Tidak seliar Marlin Biru, tetapi memiliki kekuatan setara dan bertarung dengan kasar yang mana kadang-kadang dapat juga melakukan lompatan spektakuler.
2. Marlin Hitam
  • Nama Lain : Black Marlin, White Marlin, Silver Marlin
  • Jenis : Makaira Indica
  • Ukuran : Perkiraan berat maximum 1.000 Kg
  • Rekor Dunia : 1,560 pounds
  • Karakter : Sangat kuat dan luar biasa cepat yang mana bukan hanya menguji pemancing dan pirantinya tetapi juga seluruh kru kapal. Berenang cepat dipermukaan, lalu menyelam di kedalaman yang dapat menyebabkan kenur putus karena hambatan air.
3. Marlin Biru
  • Nama Lain : Blue Marlin, Pacific Blue Marlin
  • Jenis : Makaira Mazara (Marlin Biru Pacific), Makaira Nigricans (Marlin Biru Atlantic)
  • Ukuran : Dapat mencapai berat 1.200 Kg lebih (Pacific)
  • Rekor Dunia : 1,402 pounds (Atlantic)
  • Karakter : Lebih kuat dari Marlin Hitam dan untuk menangkap Marlin Biru sangat pasti diperlukan kerja tim. Biasanya bertarung lebih dalam dibandingkan dengan Marlin Hitam atau Marlin Loreng.
4. Marlin Loreng
  • Nama Lain : Striped Marlin, Striper, Stripey
  • Jenis : Tetrapturus Audax
  • Ukuran : Diperkirakan berat maximum mencapai 250 Kg.
  • Rekor Dunia : 494 pounds
  • Karakter : Petarung yang kuat untuk piranti ringan Biasanya akan menari dipermukaan jika terpancing dan melakukan lompatan-lompatan spektakuler. Ketika pertama kali terpancing akan melompat beberapa kali, kemudian menyelam dikedalaman tanpa pernah muncul kembali. Ikan yang fantasis untuk dipancing dengan pancing cambuk (Fly fishing).
5. Marlin Kapak
  • Nama Lain : Hatchet Marlin
  • Jenis : Tetrapturus Sp.
  • Ukuran : Tidak diketahui, kemungkinan berkisar 100 Kg
  • Rekor Dunia : Tidak ada
  • Karakter : Sangat langka. Merupakan varian dari Marlin Putih, kemampuan bertarung sama dengan Marlin Putih.
6. Marlin Putih
  • Nama Lain : White Marlin, Spikefish, Agujo Blanco
  • Jenis : Tetrapturus Albidus
  • Ukuran : Berat maximum diperkirakan lebih dari 100 Kg
  • Rekor Dunia : 181 pounds
  • Karakter : Mungkin jenis ini merupakan jenis ikan berparuh yang paling senang berada di udara, tetapi juga dengan stamina yang baik.
7. Ikan Layaran
  • Nama Lain : Indo-Pacific Sailfish, Spindlebeak, Pez Vela
  • Jenis : Istiophorus Platypterus (Layaran Indo-Pacific), Istiophorus Albicans (Atlantic)
  • Ukuran : Berat maximum diperkirakan 120 Kg. (Layaran Indo-Pacific)
  • Rekor Dunia : 221 pounds (Layaran Indo-Pacific), 141 pounds (Layaran Altantic)
  • Karakter : Berakrobatik dengan spektakuler dan lebih banyak berada di atas air ketika terpancing. Kecepatan yang luar biasa yang umumnya tidak bertarung dikedalaman. Merupakan primadona untuk piranti ringan dan mancing cambuk (Fly fishing).
8. Ikan Todak Berparuh Panjang
  • Nama Lain : Longbill Spearfish, Altantic Spearfish, Long-nose Spearfish
  • Jenis : Tetrapturus Pfleugeri
  • Ukuran : Berat maximum 50 Kg
  • Rekor Dunia : 94 pounds
  • Karakter : Sebagai ikan yang termasuk kecil dalam keluarga ikan berparuh, ikan ini sangat asyik dipancing dengan piranti ringan dalam mengantisipasi larinya yang secepat kilat dan juga akrobat yang dilakukannya.
9. Ikan Todak Mediteranian
  • Nama Lain : Mediterannean Spearfish
  • Jenis : Tetrapturus Belone
  • Ukuran : Berat maximum 50 Kg
  • Rekor Dunia : 90 pounds
  • Karakter : Sebagai ikan yang termasuk kecil dalam keluarga ikan berparuh, ikan ini sangat asyik dipancing dengan piranti ringan dalam mengantisipasi larinya yang secepat kilat dan juga akrobat yang dilakukannya.
10. Ikan Todak Berparuh Pendek
  • Nama Lain : Shortbill Spearfish, Altantic Spearfish
  • Jenis : Tetrapturus Angustirotris
  • Ukuran : Berat maximum 50 Kg
  • Rekor Dunia : None
  • Karakter : Sebagai ikan yang termasuk kecil dalam keluarga ikan berparuh, ikan ini sangat asyik dipancing dengan piranti ringan dalam mengantisipasi larinya yang secepat kilat dan juga akrobat yang dilakukannya.
(Berbagai Sumber)
Baca Selengkapnya → Billfish, Si Primadona Mancing

Spot Mancing Pantai Jogjakarta



Daerah pantai berpasir dengan gumuknya yang sudah terkenal sampai mancanegara, sepanjang pantai di sebelah Timur yaitu Pantai Dorowati, Parangkusumo, Parang Tritis hingga pantai Depok, dan pantai Glagah yang terbentang berkilo-kilo meter ternyata menjadi ajang mancing pancinger Yogakarta dan sekitarnya.


Kalo ingn tahu berapa jumlah pancinger Yogyakarta datang saja ke pantai-pantai Yogyakarta dan anda pasti tidak bisa menghitung saking banyaknya. Kalau kita mau hitung-hitungan setiap hari bukan hari libur ada ratusan pancinger yang nongkrong di sana. Apa lagi kalau pas liburan, jangan tanya lagi jumlahnya pancinger, sampai tak terhitung.

Mencermati banyak pancinger yang berbodong-bondong mengail ikan di pantai berpasir inilah pemerintah daerah atau pancinger Yogyakarta pernah menggelar lomba mancing di sana. Hasilnya woow luar biasa. Ratusan pancinger tumplek di Parang tritis. Saking tertariknya saya terhadap mancing pasiran di Yogyakarta, beberapa beberapa kali di berbagai media saya menulis tentang mancing pasiran.

Casting Pantai Yogya

Meski berstatus daerah Istimewa dan satu sisinya perbatasan dengan laut, sampai saat ini Yogyakarta belum mempunyai dermaga yang cukup aman dan nyaman sebagai tempat untuk menambatkan kapal. Faktor ini agaknya menjadi penyebab sejauh ini belum banyak pancinger di kota Gudeg tersebut menamamkan investasinya dalam bentuk kapal mancing.

Kendati begitu, kesulitan-kesulitan tersebut tidak menghalangi pancinger Yogyakarta dan sekitarnya untuk merasakan liarnya perlawanan ikan-ikan laut. Dengan cara kasting dari pantai dan tebing-tebing karang (rock fishing), mereka pun sering terlibat pertarungan yang alot dengan kuwe, talang-talang, kuro, kakap, cendro, pari, hiu dan beberapa macam lagi ikan penghuni daerah pasiran maupun karang.

Di kalangan pancinger Yogyakarta mancing dari pantai (surf casting) biasa disebut sebagai mancing pasiran. Sedangkan dari tebing (rock casting) disebut dengan karangan. Namun faktor kemudahan dan kenyaman membuat penggemar mancing pasiran lebih banyak ketimbang karangan.

Mancing dari daratan namun bisa mendapatkan ikan besar seperti bila di tengah laut ini agaknya yang menjadi daya tarik yang utama mancing pasiran. Karena tanpa kapal, biaya yang diperlukan praktis sangat terbatas. Paling-paling hanya untuk ongkos perjalanan darat bolak-balik ke pantai dan membeli bekal.Tidaklah heran jika pada hari libur dan minggu, sepanjang pantai yang paling timur yaitu pantai Doro Wati, Parangkusumo, Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Glagah hingga Congot selalu ditemukan pancinger pasiran.


Baca Selengkapnya → Spot Mancing Pantai Jogjakarta

Mancing Belanak

Mancing Belanak
“Mancing belanak? Bagaimana caranya?” Pertanyaan ini wajar dikemukakan beberapa pemancing, karena selama ini ikan ini terkenal sulit dipancing. Paling-paling seekor dua ekor saja yang berhasil terpancing, itu pun sangat jarang terjadi. Kadang dengan umpan udang kupas memang ada saja belanak yang tertangkap. Tetapi seringkali ikan ini tidak secara khusus ditargetkan untuk dipancing. Pemancing, khususnya yang hobi mancing dipinggir laut, lebih familiar dengan sasaran pancingan berupa ikan-ikan kerapu, sembilang, baronang atau kakap batu. Tetapi mancing belanak?
Ternyata ikan belanak bisa menjadi target pemancingan yang sangat menarik dan memuaskan. Selain membuat ketagihan karena tarikannya yang mengejutkan, hasil yang banyak juga bisa diharapkan kalau memancing ikan ini. Tetapi untuk mengailnya tentu ada teknik khusus yang harus dipelajari. Selama ini, teknik ini telah dikembangkan oleh pemancing-pemancing dari Jawa Tengah, khususnya daerah Yogyakarta, Kebumen, Magelang dan sekitarnya.
Memancing belanak secara khusus biasanya tidak dilakukan di laut, tetapi di sungai dekat muara. Pemancing juga tidak perlu bolak-balik ke sana-kemari mencari lokasi yang tepat untuk dipancingi, karena ikan bisa dipanggil mendekat. Dengan chumming atau kalau istilah pemancing di sini disebut ‘bom’, ikan belanak bisa diajak berkerumun di depan mata kita.
Jika anda adalah pemula dalam memancing belanak, ada baiknya memperhatikan beberapa tips berikut ini.
1. Membuat ‘bom’ (Chumming)
Dasar yang paling penting dari memancing ikan ini adalah ikan belanak bisa ditarik perhatiannya untuk mendekat dan bergerombol di depan kita. Untuk melakukannya, pertama, buatlah ‘bom’ untuk chumming agar ikan tertarik mendekat dan menjadi rakus. Bom ini dibuat dari tepung terigu 1kg dicampur air panas 2 gelas dan tembahkan bubuk vanili, gula dan mentega 1 sendok makan. Semua bahan itu lalu diaduk hingga pulen. Setelah pulen lalu ambil timah seberat kurang lebih 1 ons yang terdiri dari 3 atau 4 biji timah. Talikan kumpulan timah itu di kenur yang besar. Adonan tepung itu lalu dilekatkan ke kumpulan timah hingga seperti menyatu dan keras berbentuk bulatan (bola) sebesar kepalan orang dewasa. Berikutnya, adonan yang sudah diberi timah di dalamnya itu lalu ditanak (dikukus) seperti roti.
Nah, bom sekarang sudah jadi. Kenur besar beserta bomnya lalu diikatkan ke kayu atau joran gede buat menggantungkannya ke air. Ingat, tiap pemancing satu bom. Jadi bawa aja adonan itu barang beberapa kilo, soalnya kalau belanak lagi gila, tahu-tahu bomnya sudah hilang tinggal timah-nya saja.

2. Meletakkan bom
Bom yang sudah digantung lalu diturunkan ke dalam air sungai antara 0,75 sampai 1 m tergantung tingkat kejernihan air. Semakin jernih, semakin dalam bomnya diturunkan.

3. Umpan
Umpan paling ampuh adalah lumut. Berbeda dengan cara kita mengundang ikan, umpan yang dipergunakan untuk memancing belanak adalah berupa lumut. Lumutnya cari saja di sembarang selokan atau sawah, tetapi kalau bisa yang warnanya hijau segar, jangan yang terlalu tua karena gampang busuk. Belanak tidak suka lumut atau makanan busuk. Kalau mencarinya sore dan akan dipakai besok paginya, supaya awet berilah garam secukupnya.

4. Rangkaian Pancing
Pergunakanlah kenur multifilament braided untuk membuat rangkaian, meskipun penggunaan kenur biasa (monofilament) juga tidak diharamkan. Sifat kenur braided yang lemas sangat membantu ikan gampang menelan umpan. Kenur dipotong 10 cm (kalo bisa yang diameternya paling kecil) terus dipasang pancing kecil yang super tajam 2 atau 3 buah langsung ke kenurnya, jangan pakai cabang kumis-kumisan segala. Kalau bisa memasangnya serapat mungkin alias jangan terlalu jauh jarak satu kail dengan yang lainnya. Biasanya memang satu kail yang akan tertelan dimulut ikan belanak, sedangkan kail ke-2 dan 3 selain berguna buat membantu manyangkutkan lumut supaya tidak gampang terlepas, juga berfungsi sebagai pancing garong yang berguna untuk memberikan kekuatan tambahan apabila dapat menancap juga di bagian luar badan ikan.

5. Pelampung
Gunakan pelampung untuk mancing belanak, seperti halnya memancing ikan mas di kolam. Sesuaikan Tinggi-rendahnya pelampung dengan kedalaman bom.

6. Lokasi
Cari lokasi di aliran sungai dekat muara yang alirannya tidak deras. Untuk itu perlu diperhatikan kondisi pasang surut air laut. Lokasi ketika pasang mungkin berbeda dengan ketika surut. Tanda bom sudah dikerubuti belanak gampang sekali. Kalau kayu pengangkat bom bergetar atau kenur gede malahan sudah berputar, nah itu tandanya belanak sudah mulai makan bom, tapi belum mabuk kepayang. Tunggu beberapa saat dulu, kalau sudah yakin betul itu kayu sudah bergetar secara kontinyu baru kita celupkan kail dengan umpan lumut yang telah berpelampung itu. Sekarang tinggal menghitung saja 1 sampai 10 detik pasti pelampung ikut naik turun juga. Akan tetapi pelampung larinya tidak seperti kalau di kolam ikan mas.
Kalau pelampung agak turun sedikit, langsung sentak saja. Di sini Cuma ada kemungkinan, lepas atau dapat ikan belanak. Kalau lepas ya coba lagi, begitu terus, santai aja dan jangan tergesa-gesa. Belanak kalau sudah makan dan mabuk kepayang pasti juga larinya kesitu-situ lagi. Asal jangan pakai teriak-teriak dan loncat-loncat saja.
Kalau beruntung dalam beberapa jam saja anda bisa mendapatkan puluhan ekor ikan belanak. Seorang pakar mancing belanak asal Kebumen yang bernama Budi belum lama ini bahkan berhasil mengangkat 70 ekor belanak dalam waktu kurang dari 2 jam saja. Menggiurkan bukan?
By : Adi Wisaksono a.k.a Soni Hampala
(hobimancingikan.blogspot.com)
Baca Selengkapnya → Mancing Belanak

Mancing Patin

Mancing Patin
Pegasius atau biasa juga disebut ikan patin atau jambal adalah jenis ikan yang bermain di dasar. Untuk pemancing jenis ikan ini berikut adalah tips dan trik memancing ikan ini.
1) Rangkaian pancing ikan patin bisa menggunakan pelampung atau tidak (glosor). Rangkaian pancing bisa terdiri 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedang. Hal ini dikarenakan ikan pegasius tidak memiliki mulut yang terlalu besar. Gunakan kawat nikelin kecil dan lemas atau kenur pandu/ lider, kili-kili dan timah pemberat ukuran kecil. Yang harus diingat, apabila anda lebih suka pada pelampung adalah jarak kail sampai pelampung harus sepanjang dalamnya sungai atau kolam agar umpan dapat menyentuh dasar.
Pertama-tama ikatan pancing ke nikelin/ kenur pandu sepanjang 5-7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (apabila ada dua, kedua-duanya) diikatkan ke kili-kili. Sebelumnya kili-kili itu diikatkan ke senar utama, jangan lupa masukkan timah pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang digunakan adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah dapat bergerak leluasa di senar utama. Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail.
Setelah rangkaian pancing jadi, gunakan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar timah tidak berjalan terlalu jauh dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai. Setelah umpan yang terpasang dilempar, pastikan senar berada di garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu menarik senar sehingga tegang, justru biarkan agak kendor sehingga senar bisa terlihat terapung di atas air membentuk satu garis. Apakah ikan menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar di atas air tersebut berjalan.
2) Ikan patin tidak akan membawa umpan dalam satu kali sentakan, begitu senar bergerak beberapa saat cepat-cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan dilepehkan oleh ikan dan terlepas.
3) Ikan patin akan terasa mengasyikan apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan senar berukuran 8-12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik-ulur” disarankan menggunakan senar berukuran 2-6 lbs.
4) Jangan lupa setelan drag yang disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat ikan patin berukuran besar melawan dengan kuat, anda biasanya akan merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk”. Hati-hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil dapat memutuskan tali senar.
Ketika ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat, siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur kecil, ikan patin yang hendak diserok biasanya akan melawan dengan keras dan kemungkinan besar putus.
(By: Iwandi/yukmancing.blogspot.com)
Baca Selengkapnya → Mancing Patin

Spot Mancing Laut

spot mancing
Banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam memancing, teknik mancing yang bagus, piranti
yang memadai dan kondisi badan yang sehat belum cukup dikatakan sebagai syarat kesuksesan
dalam memancing. Satu hal yang jangan pernah kita lupakan adalah kepandaian dalam mencari spot
mancing. Kemampuan mencari spot mancing yang bagus, biasanya akan didapat dengan sendirinya
seiring dengan banyaknya jam terbang dalam memancing.
Ada beberapa tanda alam yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk untuk menemukan spot-spot
mancing yang bagus di laut lepas selain menggunakan teknologi tentunya seperti Depth Sounder
atau GPS.
1. Burung Laut, burung yang beterbangan di atas laut merupakan indikasi bahwa disana banyak
terdapat ikan-ikan kecil diperairannya. IKan kecil merupakan makanan bagi burung camar,
pelikan dsb. Ikan kecil juga merupakan mangsa bagi ikan2 yang lebih besar tentunya. Jadi dapat
dipastikan bahwa jika disana terdapat ikan-ikan kecil maka di dasar laut pastilah terdapat
banyak ikan-ikan besar.
2. Karang Laut atau Atol, adalah suatu tempat dangkal ditengah laut yang biasanya dipakai oleh
ikan-ikan untuk berlindung dari arus laut yang kuat, sekaligus menjadi tempat makan dan
tinggal mereka.
3. Jurang Laut atau Tubiran Laut, biasa dikenal dengan sebutan drop off sering membawa arus
naik yang diikuti dengan terbawanya plankton-plankton yang merupakan makanan ikan laut.
4. Gunung Laut, karang laut yang tinggi hingga meyerupai gunung laut atau Sea Mount Reef
adalah gundukan mirip gunung yang berfungsi menahan arus laut yang membawa plankton dan juga
merupakan tempat tinggal ikan untuk berlindung dari arus laut yang kuat. Banyak pemancing yang
berpendapat bahwa ditempat ini ikan laut lebih bervariasi baik ikan dasar maupun ikan pelagis.
5. Sampah Kayu, batang kayu yang hanyut seringkali membawa plankton dan ikan-ikan kecil yang
menjadi santapan ikan-ikan besar. Bangkai kapal karam sering dipakai sebagai tempat tinggal
ikan.
Pencarian spot mancing yang ideal tidak lepas dari banyak faktor yang berperan seperti teknik
mancing yang akan digunakan, peralatan dan perlengkapan mancing, kondisi air, arus, ombak dan
angin, dan lain-lain. Jika pemancing sudah sadar dan terbiasa membaca faktor-faktor ini, akan
mudah bagi pemancing menentukan lokasi atau spot yang tepat untuk memancing dan hasilnya pasti
akan memuaskan.
(Berbagai Sumber)
Baca Selengkapnya → Spot Mancing Laut

Jenis Arwana



Ikan Arwana Merah, yang harganya bisa mencapai belasan juta rupiah.

Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.


Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, dengan gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna seperti hijau, perak, atau merah. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan.

Potensi pertumbuhan arwana cukup besar, terutama dengan pemberian pakan berkadar protein tinggi. Pertumbuhan arwana di akuarium mencapai 60 cm, sedangkan di alam mencapai lebih dari 90 cm. Jenis arwana asal Amerika Selatan dapat tumbuh hingga 270 cm.


Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik.


Arwana merupakan ikan tangguh yang dapat hidup hingga setengah abad. Permintaan yang tinggi dengan ketersediaan alam yang terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi. CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan Arwana 
Asia sebagai ikan yang mendapat perlindungan tertinggi. Berbagai jenis Arwana Asia antara lain:



1. Merah
 

Arwana merah berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasaryang lebih pekat.


Warna merah penuh tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang dan pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan terlihat berwarna merah.


Arwana merah dikelompokkan dalam 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas (Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dalam perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah.


Perbedaan antara varitas merah cabai dan merah darah dijabarkan pada tabel berikut :


Arwana Merah Cabai
Arwana Merah Darah
Tampilan Warna Seperti merah cabai Seperti merah darah
Bentuk fisik Bentuk tubuh lebih lebar, kepala berbentuk sendok lebih panjang dan lebih ramping
Lebar tubuh relatif tetap hingga menjelang pangkal ekor, bingkai sisik yang lebih tebal menyempit secara gradual
Warna mala Mata merah dan lebar sehingga pinggiran matanya seakan menyentuh bagian atas kepala dan bagian rahang bawahnya mata lebih putih dan lebih kecil
Bentuk ekor Seperti intan (diamond) Seperti kipas
Warna pada usia muda cenderung memiliki warna dasar hijau dengan kilap metalik yang pekat memiliki kilap lebih lemah dan cenderung mirip dengan RTG muda; Bentuk tubuh lebih bulat
Pertumbuhan Lebih lambat Lebih cepat


Ciri morfologi fisik kedua jenis tersebut sudah nampak saat masih muda sehingga dapat dijadikan pedoman dalam membedakan kedua varitas tersebut.


Perkembangan warna antara Merah Cabai dan Merah Darah diketahui juga berbeda. Perbedaan waktu dalam pencapaian warna merah penuh adalah 1-2 tahun. Namun kedua varitas melalui tahapan perkembangan warna yang relatif sama yaitu melalui transisi warna orange. Beberapa arwana merah mempunyai warna pucat hingga sampai 8 tahun, baru kemudian berubah ke merah penuh dalam waktu 1 bulan. Menduga potensi arwana merah memerlukan kesabaran dan usaha yang diperoleh dari pengalaman dan kesabaran.



Varietas Merah Orange (Orange Red) merupakan salah satu varietas yang umum dijumpai. Pada saat dewasa sisik tubuhnya menunjukkan warna orange. Dibandingkan dengan Chilli Red dan Blood Red, sirip dan ekor varietas ini tidak semerah keduanya.
 
Merah Emas (Golden red) merupakan varietas warna lain yang umum dijumpai disamping merah orange (Orange Red). Varietas ini merupakan varietas dengan grade paling rendah. Setelah dewasa warna badannya hanyalah emas kekuningan. Warna bibir dan sirip tidak semerah Super Red, tetapi berwarna merah muda atau merah jambu.



2. Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG)
 

Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue atau Malaysian Gold. Disebut sebagai cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui.


CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain.



3. Golden (Ekor Merah, Red Tail Golden, RTG).
 

Merupakan verietas dari arwana golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera. Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung namun hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda.


RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dengan CBG dapat tumbuh lebih besar, dan juga lebih agresif. Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dengan CBG, meskipun demikian tetap merupakan varietas yang dilindungi CITES.


CBG sekilas mirip dengan ikan arowana golden red yang berasal dari negara kita. Perbedaan yang sangat mencolok dapat dilihat jika ukuran ikan sudah agak besar dengan ukuran 20 cm lebih. Pada CBG warna emas menutupi seluruh tubuh sampai ke bagian punggung ikan ditutupi oleh ring yang berwarna keemasan. Sedangkan pada golden red (RTG) punggung nya tidak. berwarna keemasan tapi tetap hitam (kelabu).

Membedakan CBG dan RTG pada ukuran kecil (10-12 cm) sulit dilakukan dan perlu kehati-hatian. 

Perbedaan harga juga sangat mencolok. Harga CBG ukuran 12 cm dihargai lebih dari 10 juta, ukuran 20-25 cm berkisar 15-25 juta. Golden red berukuran 12 cm dihargai 2 juta, sedangkan ukuran 20-25 cm dihargai 2.5-3.5 juta.



4. Arwana Hijau
 


Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakandan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.



5. Banjar Merah
 

Banjar Merah boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip. 

Perbedaan lain dapat dilihat pada tabel berikut :


Banjar Merah
Arwana Merah Muda
Warna sirip warna sirip yang lebih muda atau cenderung orange-merah pucat. merah pekat merata pada seluruh permukaan
Warna sisik Kuning atau kehijauan Mengkilap
Bingkai sirip dan tutup insang Pink tua atau seperti karat, setelah dewasa menjadi jingga atau merah Tidak ada tampilan seperti pada Banjar


Apabila ragu dalam memilih arwana, bawalah seorang yang telah berpengalaman memelihara arwana atau belilah arwana yang telah disertifikasi dan memiliki sertifikat yang sah.



6. RED SPOTTED PEARL VS JARDINI
 

Arowana irian (jardini) ada 2 macam. Yang umum ditemui berwarna dasar hijau dan bermutiara merah. Jenis jardini lain berwarna dasar hitam dan bermutiara emas serta lebih sulit ditemui.


Di Australia ditemukan pula jardini tipe 1 (warna dasar hijau, mutiara merah) yang disebut red spotted pearl (Scleropages leichardty). Cross back dan golden red; red spotted pearl dan jardini adalah kerabat, dengan perbedaan lingkungan yang mempengaruhi performa.


Perbedaan yang sangat mencolok adalah pada red spotted pearl, mutiara merah bertaburan secara mencolok pada tubuhnya. Sedangkan pada arowana jardini di mutiara di badannya tidak semencolok arowana red spotted pearl dari australia. Harga jardini (mutiara merah,warna dasar hijau) 12-15 cm dijual dengan kisaran harga 60-80 ribu rupiah, sedangkan arowana red spotted pearl karena langka di Indonesia dihargai 1.3-1.5 juta rupiah.


Arwana tahan terhadap serangan berbagai penyakit. Tetapi sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar amonia, nitrit dan nitrat.

6.Silver Arwana (Brazil)
Silver Arwana
Arwana Brazil atau biasa disebut Arwana Silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arwana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arwana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini. Namun jika arwana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang.
Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya).

7.Silver Black Arwana
Silver Black Arwana
Varietas ini juga berasal dari Amerika Selatan dan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan silver arwana, namun pada bagian sirip sampai ekor memiliki warna hitam. Konon warna hitam tersebut lambat laun akan memudar saat arwana mulai dewasa.

8.Arapaima Gigas
Arapaima Gigas
Arapaima gigas masih merupakan rumpun arwana. Ikan ini termasuk ikan air tawar terbesar di dunia, dapat tumbuh sampai 2,5 - 3 meter. Arapaima gigas hanya ditemukan di sungai Amazon dan termasuk satwa yang sangat dilindungi.
Ikan ini adalah jenis ikan yang bernapas dengan mengambil oksigen secara langsung, oleh sebab itu ikan ini sering kali kepermukaan air untuk mengambil udara.
Dengan ukuran tubuhnya yang besar dan tenaga yang luar biasa, Arapaima dapat merobohkan seekor anak kerbau yang sedang minum di pinggir sungai dan memakannya.

9.African Arwana (Arwana Afrika)

African Arwana
Seperti namanya, jenis arwana ini hanya ditemukan di Afrika. Bentuk tubuhnya hampir menyerupai silver arwana, namun bentuk kepala.

Baca Selengkapnya → Jenis Arwana